Menggunakan ActiveJDBC Sebagai ORM

ActiveJDBC merupakan salah satu framework dari javalite yang digunakan sebagai ORM (Object-relational mapping). Sebagai sebuah ORM, ActiveJDBC dapat mensupport banyak database yaitu SQLServer, MySQL, Oracle, PostgreSQL, H2, SQLite3, DB2.

Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya tentang Mengenal Javalite, bahwa framework yang terdapat pada javalite dapat digunakan atau di integrasikan dengan framework lain, lalu bagaimana menggunakan ActiveJDBC?

Setting library

Untuk menggunakan ActiveJDBC yang pertama kali harus dilakukan yaitu menambahkan library kedalam build tools yang digunakan pada project kita

Maven

<plugin>
  <groupId>org.javalite</groupId>
  <artifactId>activejdbc-instrumentation</artifactId>
  <version1.4.13</version>
  <executions>
    <execution>
      <phase>process-classes</phase>
      <goals>
      	<goal>instrument</goal>
      </goals>
    </execution>
  </executions>
</plugin>

<dependencies>
  <dependency>
    <groupId>org.javalite</groupId>
    <artifactId>activejdbc</artifactId>
    <version>1.4.13</version>
  </dependency>
  <dependency>
    <groupId>mysql</groupId>
    <artifactId>mysql-connector-java</artifactId>
    <version>5.1.34</version>
  </dependency>
</dependencies>

Gradle

buildscript {
  repositories {
  	mavenCentral()
  }
  dependencies {
  	classpath group: 'org.javalite', name: 'activejdbc-gradle-plugin', version: '2.0'
  }
}
apply plugin: 'org.javalite.activejdbc'

dependencies {
  // ActiveJDBC
  compile group: 'org.javalite', name: 'activejdbc-gradle-plugin', version: '2.0'
}

Membuat Model

Untuk membuat sebuah model dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan membuat sebuah class yang mengextends class Model yang disediakan ActiveJDBC. Dengan mengextends class Model dari ActiveJDBC, class yang kita buat akan secara langsung termapping dengan table yang sudah didefinisikan pada anotasi @Table

@Table(“mst_pegawai”)
Public class Pegawai extends Model {}

Koneksi Database

Untuk koneksi database menggunakan ActiveJDBC cukup dengan memanggil fungsi Base.open dengan parameter driver, url, username dan password database. Seperti contoh berikut

Base.open("com.mysql.jdbc.Driver", "jdbc:mysql://localhost/simple", "user","password");

Operasi CRUD

Contoh simple penggunaan ActiveJDBC untuk seleksi data adalah sebagai berikut

List<Pegawai> daftarPegawai = Pegawai.where(“first_name = ?”, “John”);
Pegawai pegawai = daftarPegawai.get(0);

Method where() diatas akan digenerate menjadi sebuah query select * from mst_pegawai where first_name = ‘John’. Untuk menambah record baru atau insert dapat menggunakan cara seperti berikut

Pegawai p = new Pegawai();
p.set(“first_name”, “John”);
p.set(“last_name”, “Doe”);
p.saveIt();

Dengan kode diatas maka akan ditambahkan pegawai baru dengan first_name = John dan last_name = Doe. Untuk melakukan update data, dapat dengan melakukan seleksi pada data yang akan diupdate, lalu update data seperti contoh berikut

Pegawai pegawai = Pegawai.findById(1);
Pegawai.set(“last_name”, “Doe2”);
Pegawai.saveIt();

Sedangkan untuk fungsi delete, dapat dilakukan seperti fungsi update yaitu melakukan seleksi data yang akan didelete lalu panggil fungsi delete()

Pegawai pegawai = Pegawai.findById(1);
pegawai.delete();

Transaction

Fungsi terakhir yang akan penulis jelaskan yaitu transaction. Untuk melakukan transaction dapat memulai dengan memanggil fungsi Base.openTransaction(), untuk melakukan commit dapat memanggil fungsi Base.commitTransaction(), sedangkan untuk melakukan rollback dapat memanggil fungsi Base.rollbackTransaction(). Berikut contoh penggunaan transaction pada ActiveJDBC

try{
    Base.open("com.mysql.jdbc.Driver", "jdbc:mysql://localhost/simple", "user","password");
    Base.openTransaction();
    
    Pegawai p = new Pegawai();
    p.set(“first_name”, “John”);
    p.set(“last_name”, “Doe”);
    p.saveIt();
    
    Base.commitTransaction();
}catch(Exception e){
    Base.rollbackTransaction()
}finally{
    Base.close()
}

Mengenal Javalite

Javalite merupakan sekumpulan framework yang digunakan untuk menyederhanakan tugas seorang developer dalam membangun aplikasi. Sekumpulan framework yang disediakan oleh javalite yaitu sebagai berikut:

captuasdre

Sekumpulan framework tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan, misal kita akan membuat aplikasi web menggunakan javalite, maka kita dapat menggunakan ActiveWeb untuk aplikasi webnya, dan ActiveJDBC sebagai ORM nya. Pada penerapannya framework ini juga dapat bekerja dengan framework lain, contohnya kita dapat menggunakan ActiveJDBC sebagai ORM pada framework spark, penggunaan JSpec sebagai unit testing pada framework lain, dan masih banyak lagi penggunaan lainnya.

Dengan banyaknya pilihan framework java yang tersedia saat ini, memang javalite bukan framework yang terkenal atau umum digunakan. Namun framework ini dapat menjadi pilihan jika ingin menggunakan framework lain yang lebih “ringan”. Sesuai dengan tagline dari javalite sendiri “light as a feather”, framework ini berdasarkan pengalaman penulis memang tergolong lebih ringan dan mudah digunakan dibandingkan dengan framework yang sudah ada sekarang.

Beberapa kemudahan yang penulis rasakan ketika menggunakan framework ini salah satunya adalah minimnya penggunaan anotasi pada kode. Tidak seperti framework spring atau framework lainnya, javalite tidak banyak menggunakan anotasi.

contoh

Javalite sendiri secara default menggunakan maven sebagai build manager nya, namun bagi yang tidak terbiasa menggunakan maven, framework ini juga dapat menggunakan gradle. seperti framework lain yang menggunakan metode mvc, javalite memiliki tiga komponen penting yaitu Model, View dan Controller. Model pada framework ini menggunakan ActiveJDBC yang disimpan pada direktori src/main/java/app/models,  sedangkan View pada framework ini menggunakan freemarker untuk templating nya yang tersimpan pada direktori webapp/WEB-INF/views, dan Controller yang berfungsi sebagai routing tersimpan pada direktori src/main/java/app/controllers.

berikut contoh struktur project penggunaan javalite (ActiveWeb, ActiveJDBC dan DB Migrator) untuk aplikasi web.

structure

Berdasarkan pada pengalaman penulis menggunakan framework javalite, framework ini memiliki kelebihan dan kelemahan dibandingkan framework lain.

Kelebihan :

  1. Mudah digunakan bagi pemula atau bagi yang baru memulai belajar menggunakan framework java.
  2. Mudah untuk di pelajari, karena tergolong mirip dengan framework mvc lainnya.

Kekurangan :

  1. Dokumentasi yang minim
  2. Tidak memiliki basis komunitas yang besar

Dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki framework ini, penulis menganggap framework ini layak digunakan untuk membangun aplikasi kecil atau menengah, namun tidak disarankan untuk digunakan dalam membangun aplikasi besar atau komersil, mengingat komunitas pengguna framework ini yang tidak besar, dan dokumentasi nya yang minim.

sumber:

  1. http://javalite.io
  2. https://github.com/javalite