Laravel Forge

Hallo Kreatif Reader…. Kali ini aku mau bahas soal Laravel Forge

Apa itu Laravel Forge?

Laravel forge adalah platfrom manajemen server web yang dirancang khusus untuk memudahkan pengembangan, deployment, dan pengelolaan aplikasi. Laravel Forge menyederhanakan proses konfigurasi server, instansi perangkat lunak dan manajemen deployment sehingga pengembang dapat fokus pada pengembangan aplikasi tanpa harus menghabiskan waktu dan usaha untuk menangani aspek infrastruktur server.

Fitur – fitur Laravel Forge

1. Manajemen Server

Laravel Forge memudahkan pengguna dalam pembuatan, konfigurasi , dan manajemen server. Kemudahan ini terlihat dalam pilihan penyedia cloud yang beragam, termasuuk DigitalOcean, Linode, AWS, dan lainnya.

2. Manajemen Database

Laravel Forge mempermudah instalasi dan konfigurasi database, termasuk MySQL. Pengguna dapat dengan cepat membuat database. Pengguna dapat dengan cepat membuat database dan mengonfigurasi pengaturan dengan mudah.

3. Manajemen SSl

Integrasi SSL yang disediakan oleh Laravel Forge memudahkan pengguna untuk mengaktifkan keamanan SSL pada situs web. Ini tidak hanya penting untuk keamanan, tetapi juga mendukung optimasi SEO.

4. Deployment Otomatis

Pengguna dapat mengatur proses deployment secara otomatis dari repositori Git atau Mercurial ke server. Setiap kali terjadi perubahan pada kode, Forge dapat secara otomatis megeksekusi proses deployment, meminimalkan potensi kesalahan dan mempercepat siklus pengembangan.

5. Monitoring dan Log

Forge menyediakan alat pemantauan sederhana untuk server dan aplikasi.Pengguna dapat dengan mudah mengakses log server dan log aplikasi untuk memantau kinerja dan menanggapi perubahan atau masalah dengan cepat.

6. Manajemen Pengguna

Laravel Forge memfasilitasi pengaturan izin dan akses untuk anggota tim. Dengan konfigurasi yang mudah, anggota tim dapat bekerja sama dengan efisien dalam pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.

Secara keseluruhan Laravel Forge menyediakan kemudahan untuk tim pengembang, memungkinkan fokus pada pengembangan aplikasi tanpa harus terlalu terlibat dalam kompleksitas konfigurasi server. Dengan fitur – fitur ini, Forge menjadi alat yang efektif dalam mendukung siklus hidup pengembangan aplikasi Laravel.

Cara Kerja Laravel Forge

Laravel Forge menginstal perangkat lunak yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi PHP dengan menghubungkan ke server melalui SSH.

Laravel Forge membuat, menerapkan, mengelola dan memelihara situs web untuk pengguna setelah melakukan hal berikut:

1. Membuat akun Forge

2. Memilih paket berlangganan

3. Memilih penyedia server seperti DigitalOcean atau AWS dan memberikan detail autentikasi

4. Memilih jenis server seperti server aplikasi atau server database

5. Mengatur konfigurasi situs baru, seperti memberikan nama, memilih versi PHP dan memilih penyedia datanase seperti MySQL

6. Menghubungkan kode sumber aplikasi ke Forge melalui control sumber seperti Github.

Referensi
Judul Buku: Mudah Menguasai Framework Laravel
Penulis: Yudho Yudhanto, Helmi Adi Prasetyo
Penerbit: PT Elex MEdi Komputindo

Integrasi Laravel Dengan No SQL

Hallo Kreatif Reader…. Kali ini, aku mau sharing nih mengenai integrasi laravel dengan No SQL. Semoga bermanfaat

Laravel adalah kerangka pengembangan web populer untuk PHP. Laravel menawarkan banyak default dan menyediakan struktur kode yang mudah dipahami dan cepat digunakan untuk mengimplementasikan aplikasi web dan API. MongoDB memiliki integrasi resmi dengan Laravel, dan paket terseut tersedia di GitHub.

Integrasi Laravel dengan basis data NoSQL seperti MongoDB dapat dilakukan dengan cukup mudah, karena Laravel mendukung beberapa driver basis data NOSQL. MongoDB adalah salah satu pilihan populer untuk basis data NoSQL, dan kita akan fokus pada integrasi Laravel dengan MongoDB.

Berikut adalah langkah – langkah  umum untuk integrasi Laravel dengan MongoDB:

1. Instalsi MongoDB dan Ekstensi PHP MongoDB:

Pastikan MongiDB telah terinstal di server anda

Instal ekstensi PHP MongoDB dengan menggunakan Composer:

composer require jenssegers/mongodb

2. Konfigurasi koneksi ke MongoDB

Buka berkas ‘config/database.php’ dan tambahkan konfigurasi untuk mongoDB:

'mongodb' => [
 'driver' => 'mongodb',
 'host' => env('DB_HOST', 'localhost'),
 'port' => env('DB_PORT', 27017),
 'database' => env('DB_DATABASE', 'your_database'),
 'username' => env('DB_USERNAME', 'your_username'),
 'password' => env('DB_PASSWORD', 'your_password'),
 'options' => [
 'database' => 'admin',
 ],
],

Sesuaikan nilai ‘database’, ‘username’, dan ‘password’ sesuai dengan konfigurasi MongoDB

3. Atur koneksi pada Berkas.env

Sesuaikan nilai ‘DB_Connection’ dan kredensial MongoDB pada berkas ‘.env':

DB_CONNECTION=mongodb
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=27017
DB_DATABASE=your_database
DB_USERNAME=your_username
DB_PASSWORD=your_password

4. Gunakan model Eloquent MongoDB:

Buat model Eloquent untuk menggunakan MongoDB. Misalkan, jika anda memiliki model ‘Book’, buat file ‘Book.php':

<?php
namespace App;
use Jenssegers\Mongodb\Eloquent\Model as Eloquent;
class Book extends Eloquent
{
 protected $connection = 'mongodb';
 protected $collection = 'books';
 protected $fillable = ['title', 'author', 'published_at'];
}

Pastikan untuk menyesuaikan nilai – nilai seperti ‘$collection’ sesuai dengan struktur database anda.

5. Migrasi dan penggunaan model:

Buat migrasi untuk struktur MongoDB jika diperlukan:

php artisan make:migration create_books_collection

Gunakan model Eloquent seperti menggunakan model biasa pada Laravel

Referensi
Judul Buku: Belajar Cepat Database NoSQL, Menggunakan Document Priented Databse (MongoDB) pada Pengaplikasian Big Data
Penulis: Agit Amrullah &Kusnawi
Penerbit: Penerbit ANDI
MongoDB

PHP Framework Zend

Halo Kreatif Readers!! Kali ini aku mau sharing tentang salah satu framework PHP yaitu Zend. Selamat membaca….

Apa itu Zend Framework?

Zend Framework merupakan sebuah kerangka kerja yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP 5.x. Kerangka kerja ini telah diimplementasikan secara penuh dengan paradigma OOP (Object Oriented Programming) dan terdiri dari berbagai pustaka (library) yang memungkinkan pembangunan aplikasi berbasis web secara cepat dan efisien.

Saat ini, perkembangan aplikasi berbasis web mendominasi pasar perangkat lunak. Pelaku bisnis umumnya cenderung meninggalkan aplikasi berbasis desktop karena pertimbangan efektivitas. Aplikasi desktop biasanya hanya efektif digunakan dalam lingkup kerja terbatas, seperti intranet. Sebaliknya, aplikasi berbasis web menawarkan lingkup kerja yang tidak terbatas, membuatnya sangat efektif bagi pelaku bisnis dengan mobilitas kerja yang tinggi.

screenshot_5

 

Zend Framework memberikan alat yang kuat dan fleksibel bagi pengembang untuk membangun aplikasi berbasis web yang tangguh. Dengan pendekatan berorientasi objek dan dukungan penuh terhadap PHP 5.x, Zend Framework memberikan solusi yang dapat diandalkan untuk kebutuhan pengembangan aplikasi web modern. Oleh karena itu, banyak pelaku bisnis memilih Zend Framework sebagai fondasi untuk membangun aplikasi mereka, memanfaatkan keunggulan fitur dan fungsionalitas yang dimilikinya.

Arsitektur desainnya memungkinkan pengembang untuk menambahkan komponen-komponen secara individual, suatu konsep yang sering disebut sebagai “Use At Will design” atau desain yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Dengan fleksibilitas ini, pengembang dapat memanfaatkan komponen-komponen Zend Framework sesuai dengan kebutuhan spesifik aplikasi yang sedang dibangun, memberikan tingkat kontrol yang tinggi dalam proses pengembangan.

Fitur Framework Zend

  1. Object-Oriented (Berorientasi Objek): Zend Framework sepenuhnya berorientasi objek, yang berarti bahwa pendekatannya dalam membangun aplikasi web didasarkan pada konsep pemrograman berorientasi objek (OOP). Hal ini membantu dalam pengorganisasian dan strukturisasi kode.
  2. MVC Implementation (Implementasi MVC Tingkat Lanjut): Zend Framework mendukung implementasi Model-View-Controller (MVC) tingkat lanjut. Model-View-Controller adalah pola desain yang memisahkan logika aplikasi menjadi tiga komponen utama, mempermudah pengelolaan dan pengembangan aplikasi.
  3. Multi-database (Multi-database): Zend Framework menyediakan dukungan untuk berbagai jenis basis data, termasuk PostgreSQL, SQLite, dan lainnya. Ini memungkinkan pengembang memilih basis data yang sesuai dengan kebutuhan proyek.
  4. API (API Cloud Sederhana): Zend Framework dilengkapi dengan API cloud yang sederhana, memfasilitasi integrasi dengan layanan cloud dan pengembangan aplikasi berbasis awan.
  5. Session Management (Manajemen Sesi): Zend Framework menyediakan mekanisme untuk manajemen sesi, memungkinkan pengembang untuk melacak dan mempertahankan status sesi pengguna.
  6. Data Encryption (Enkripsi Data): Zend Framework mendukung enkripsi data, memberikan lapisan keamanan tambahan terhadap informasi sensitif yang diproses oleh aplikasi.
  7. URI (Perutean URI yang Fleksibel): Zend Framework menawarkan sistem perutean URI yang fleksibel, memudahkan penanganan permintaan dan respons URI dalam aplikasi web.
  8. Reusability (Penggunaan Kembali): Zend Framework mendukung penggunaan kembali kode, memungkinkan pengembang untuk membuat dan menggunakan komponen-komponen yang telah dibuat sebelumnya, meningkatkan efisiensi pengembangan.
  9. Loosely Coupled (Arsitektur Yang Digabungkan Secara Longgar): Arsitektur Zend yang digabungkan secara longgar memungkinkan pengembang untuk menggunakan komponen-komponen secara terpisah, tanpa ketergantungan yang kuat antara satu komponen dengan yang lain. Hal ini mendukung fleksibilitas dan modularitas dalam pengembangan aplikasi.

Kelebihan Framework Zend

  1. Membantu Praktik dan Pembuatan Program yang Lebih Baik: Kerangka kerja membantu pengembang dalam menerapkan praktik terbaik dan membangun program dengan pendekatan yang lebih baik, termasuk penggunaan pola desain yang sesuai.
  2. Kode Lebih Aman: Dengan menggunakan kerangka kerja, keamanan kode dapat ditingkatkan karena kerangka kerja umumnya mencakup praktik keamanan terbaik dan standar.
  3. Menghindari Kode Duplikat dan Redundan: Kerangka kerja membantu mengurangi atau menghindari duplikasi kode serta redundansi, sehingga meningkatkan efisiensi dan memudahkan pemeliharaan.
  4. Pengembangan Kode yang Konsisten dengan Lebih Sedikit Bug: Dengan panduan dan struktur yang telah ditetapkan oleh kerangka kerja, pengembang dapat mengembangkan kode dengan konsistensi, yang pada gilirannya mengurangi jumlah bug.
  5. Mudah Bekerja pada Teknologi Canggih: Kerangka kerja umumnya mendukung integrasi dengan teknologi terkini, memudahkan pengembang untuk bekerja pada proyek-proyek yang memanfaatkan teknologi canggih.
  6. Pembuatan Software Framework Sendiri atau Berkontribusi pada Tim dengan Sumber Terbuka: Pengembang dapat membuat kerangka kerja mereka sendiri atau berkontribusi pada proyek kerangka kerja tim dengan sumber terbuka, menciptakan peningkatan berkesinambungan dalam fungsionalitas.
  7. Pra-Dibangun dan Pra-Diuji: Beberapa segmen kode dan fungsionalitas dalam kerangka kerja biasanya telah dibangun dan diuji sebelumnya, meningkatkan keandalan dan ketahanan aplikasi.
  8. Uji dan Debugging Lebih Mudah: Kerangka kerja menyediakan alat bantu yang memudahkan uji dan debugging kode, bahkan bagi pengembang yang mungkin tidak akrab dengan setiap baris kode.

Demikianlah ringkasan tentang Zend Framework. Semoga informasi ini bermanfaat bagi  Kreatif Readers.

Referensi 
Judul Buku : Zend Framework 2.X Solusi Mempercepat Pengembangan Aplikasi    Berbasis Web dengan PHP5.x Framework
Penulis : Edison siregar
Tahun : 2015
Edisi : 1

 

PHP Framework Slim

Hallo Kreatif Reader, aku mau sharing nih mengenai framewok PHP Slim. Selamat membaca….

Apa itu Slim Framework?

Slim framework adalah salah satu micro framework PHP untuk membuat aplikasi web. Slim biasanya digunakan untuk membuat aplikasi – aplikasi kecil dan lebih banyak banyak dipakai untuk membuat RESTful API atau webservice. 

Integrasi data antara aplikasi mobile Facebook dan versi webnya dapat terjadi melalui penggunaan RESTful API atau Webservice. Fungsinya adalah menyediakan data dalam format umum seperti JSON, yang dapat diambil dan dikonsumsi oleh aplikasi klien, baik itu aplikasi mobile atau aplikasi web. Dengan menggunakan RESTful API atau Webservice, Facebook dapat memastikan konsistensi data, sehingga apa yang terlihat melalui aplikasi mobile akan sama dengan yang terlihat melalui versi webnya. Ini memungkinkan pengguna untuk mengakses dan berinteraksi dengan data mereka secara seragam, tidak peduli dari platform apa data tersebut diakses

white-red-and-orange-modern-elegant-project-proposal-cover-6

Disebut sebagai micro framework, Slim memiliki fokus yang terpusat pada kebutuhan dasar suatu aplikasi web, seperti menerima HTTP request, mengarahkan request tersebut ke kode yang sesuai, dan menghasilkan HTTP response. Sifatnya yang ‘micro‘ menandakan bahwa framework ini dirancang untuk proyek-proyek skala kecil dengan tujuan khusus dan tingkat kompleksitas yang rendah. Dengan demikian, Slim menjadi solusi yang ringan dan efisien untuk membangun aplikasi web sederhana dan spesifik.

Fitur – fitur pada Slim Framework  adalah sebagai berikut:

1. HTTP Router

Slim menyediakan sistem router yang sederhana dan fleksibel, memungkinkan pengguna untuk mendefinisikan router dengan mudah.

2. Middleware

Memproses permintaan HTTP sebelum atau setetalh aktivitas dijalankan. Dapat dicontohkan pada proses otentikasi

3. Dependency Injection

Slim mendukung Dependency Injection yang memungkinkan pengguna untuk mengelola dependensi dengan mudah.

4. PSR Standars

Mengikutistandar PHP-FIG PSR, memungkinkan interoperabilitas dengan framework dan pustaka lainnya yang mengikuti standar yang sama.

Framework Slim  memiliki beberapa kelebihan yang menjadi solusi untuk membangun aplikasi web. Berikut adalah kelebihan dari Framework Slim

1. Ringan dan sederhana

Slim dirancang ringan dan sederhana sehingga mudah untuk dipelajari dan cepat untuk dikembangkan.

2. Performa Tinggi

Karena ringan, slim dapat memberikan kinerja yang baik, terutama untuk aplikasi kecil hingga menengah.

3. Dokumentasi yang baik

Slim memiliki dokumentasi yang baik dan jelas, membantu pengembang untuk memahami dan menggunakan framework dengan efisien.

4. Sesuai untuk RESTful APIs

Slim merupakan pilihan yang baik untuk membangun RESTfulAPIs karena desain ringan dan dukungan yang baik untuk routing dan middleware.

Kelebihan-kelebihan tersebut membuat Slim Framework menjadi solusi yang tepat untuk membangun aplikasi web, terutama ketika Anda fokus pada pengembangan aplikasi kecil hingga menengah. Dengan desain yang ringan dan dukungan yang baik untuk routing dan middleware, Slim juga menjadi pilihan unggul untuk membangun RESTful APIs. Dokumentasi yang baik semakin mempermudah pengembang dalam memahami dan menggunakan framework ini secara efisien, sehingga mempercepat proses pengembangan aplikasi web Anda. Dengan kata lain, Slim Framework memberikan keseimbangan yang baik antara sederhana, performa tinggi, dan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan proyek-proyek pengembangan web

Hamdani, Ahmad Faqih,'Analisa Performa Web Service menggunakan Slim Framework'Undergraduate thenis, Politeknik Negeri Jember,2020

Keterkaitan Sistem Failover dengan Downtime Disaster Recovery Planing

hallo – hallo Sahabat Akhdani, aku mau sedikit sharing nih dari jurnal yang udah aku baca

Apa itu Disaster Recovery Planning??

Disaster Recovery Planning  itu adalah perencanaan untuk pengelolaan secara rasional dan cost-effective bencana terhadap sistem informasi yang akan dan telah terjadi. 

Apa itu Failover??

Failover itu adalah sebuah metode operasional backup yang dijalankan secara otomatis. Kondisi sistem yang digunakan untuk failover harus dalam posisi standby baik itu database, server ataupun jaringan. Dalam proses kerjanya failover system akan bekerja secara smooth berdasarkan permintaan yang muncul setelah diterima indikasi – indikasi sistem utama mengalami downtime.

Jadi, apa hubungannya data dengan Disaster Recovery Planning  dan Failover??

Data tidak hanya digunakan sebagai media untuk pertukaran informasi melainkan juga sebagai alat komunikasi antar perangkat yang sudah diintegrasikan. Data menjadi kebutuhan yang penting, tidak terbayangkan bagaimana data hilang atau tidak dapat diakses lagi. Beberapa sebab data tidak dapat diakses seperti data corrupt atau bisa juga data mengalami gangguan saat akan diakses, akses gangguan bisa berasal dari koneksi jaringan bisa juga berasal dari server dari data tersebut. Bahaya yang paling besar adalah bencana. Jika bencana tersebut terjadi menyebabkan banyak data hilang, maka dari itulah Disaster Recovery Planning diperlukan. Waktu downtime menjadi penentu apakah suatu DRP efektif atau tidak. Sehingga waktu downtime permasalahan ketersediaan data server erat kaitannya dengan high availability  dengan protokol heartbeat

Protokol heartbeat digunakan untuk sistem failover dari server web server. Selain failover web server, proses backup dan restore database server melibatkan backup dari database server utama, untuk restore akan menggunakan differential backup. Sinkronisasi server dilakukan dengan rsync. Perintah rsync dikombinasikan dengan crontab untuk proses penjadwalan sedangkan proses restore pada server backup bergantung pada waktu pemindahan data dari server utama dan proses backup pada server utama itu sendiri. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sinergi dari sistem failover dan replikasi server mereduksi waktu downtime untuk link server efektif diterapkan pada suatu DRP dengan mereduksi waktu downtime jika dibandingkan dengan DRP yang dilakukan secara manual.

Downtime artinya erat kaitannya dengan ketersedian website yang selalu dapat diakses kapanpun dan dimanapun, sangat beresiko jika website tersebut mengalami error atau tidak dapat diakses ini lah fungsi dari high availability yang perlu ada pada system dari website tersebut. Proses backup ataupun restore pada suatu database sudah wajar dilakukan, baik untuk keperluan pemindahan database, untuk update aplikasi, untuk migrasi server, ataupun pengambilan data agar tidak mengganggu proses yang ada di suatu perusahaan.

Database memiliki beberapa jenis, seperti MySQL, MSSQL, Postgree, Oracle Database, sedangkan layanan cloud juga saat ini telah banyak tersedia contohnya Microsoft Azure dan Amazon Web Service (AWS). Selain backup otomatis juga tidak lupa ada fitur backup manual yang bisa dilakukan dengan mengakses menu task selanjutnya pilih backup atau restore. Pada backup database SQL server ini bisa dilakukan back up full artinya backup dilakukan dengan membackup seluruh data yang ada mulai dari database di inisialisasi sedangkan terdapat differential/incremental backup dimana backup ini hanya meliputi tambahan data dari database tersebut. Kedua metode backup database ini sudah meliputi transaksi dan juga log pada database yang akan di backup. Berikut adalah gambar detail backup database server.

diagram-tanpa-judul-drawio-1

 

 

Referensi :A.P. Wahyu Ari Yuliono, " Sinergi Replikasi Server dan Ssitem Failover pada Datavase untuk Mereduksi Downtime Disaster REcovery Plning ( DRO)," Journal of Informatics and Computer Science, vol.03,2021

Sistem Fuzzy #Bab 5 – Aplikasi Praktis Fuzzy Dunia Nyata

SISTEM FUZZY

Bab 5 ” Aplikasi Praktis Fuzzy Dunia Nyata”

Hallo – hallo sahabat Auls, aku mau sedikit sharing nih dari buku yang udah aku baca

Pada masa kini, sistem fuzzy berkembang dengan pesat. Banyak sistem fuzzy yang dikembangkan menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang terjadi di dunia nyata. Permasalah – permasalahan ini mencakup berbagai bidang antara lain bidang kendali, bidang manajemen, bidang rantai pasok, bidang telekomunikasi, dan lain – lain. Pada bab ” Aplikasi Praktis Fuzzy Dunia Nyata” akan membahas aplikasi praktis sitem fuzzy yang digunakan untuk menyelesaikan aplikasi permasalahan di dunia nyata.

1. Permasalahan Bidang Kendali ( Aplikasi Microcontroller)

Perkembangan teknologi kendali mengalami banyak kemajuan dan kendali  konvensional ke kendali otomatik sampai ke kendali cerdas. Logika Fuzzy digunkaan sebagai sistem kendali, karena proses kendali ini relatif mudah, fleksibel, dan dirancang dengan tidak melibatkan model matematis yan rumit dari sistem yang akan dikendalikan.Permasalahan di bidang kendali biasanya adalah mengendalikan sesuatu ( actuar, motor dc, dan lain – lain) berdasarkan input dari sensor yang digunakan ( misalkan suhu, intesitas cahaya, dan lain – lain). Beberapa pengendalian menggunakan microcontroller sebagai unit processing-nya. Sedangkan untuk output biasanya menggunakan metode PWM untuk melakukan kendalinya. Pada sistem pengendalian fuzzy menggunakan microcontroller ini biasanya menggunakan metode Mamdani atau Sugeno.

2. Permasalahan Bidang Telekomunikasi ( Routing pada WSN)

  Wireless Sensor Network (WSN) sebagai salah satu teknologi telekomunikasi bertujuan untuk mngurangi biaya infrastruktur dengan menggunakan komunikasi node to node baiik untuk aplikasi kota maupun aplikasi hutan. Masalah muncul secara alami, karena node dalam jaringan sensor nirkabel tersebar dan bekerja secara independen untuk setiap node.Masalah lain juga terjadi ketika data observasi telah dikumpulkan oleh semua node, data observasi tersebut harus dapat disampaikan kepada node teratas dengan error data minimum. Untuk dapat meminimalkan kesalahan pengirimkan data ketika data hasil pengamatan sensor dikirim ke node teratas, diperlukan adanya suatu algoritma yang mengatur routing (jalur pemilihan transmisi data) pada jaringan sensor nirkabel.

Algoritma routing adalah perilaku dari node jaringan yang mengatur tentang bagaimana node berkomunikasi antara satu sama lain dan memberikan data hasil pengamatan sensor dengan menggunakan komunikasi dan node ke node lainnya, dari node terjauh menuju node terdekat dengan node teratas (stasiun pengumpulan data). Dapat dengan mudah diketahui bahwa cara sederhana untuk mengirimkan dat ahsil pengamatan sensor adalah menggunakan routing jalur terpendek. Algoritma routing rute terpendek adalah algoritma unttuk menemukan jalur terpendek dari node terjauh ke node terminal lebih dekat dengan base stasiun.

3. Permasalah di Bidang Big Data ( Aplikasi Forecasting/Peramalan)

Salah satu permasalahan big data adalah forecasting atau perkiraan adalah cara untuk memberikan infromasi tambahan kepada para pembuat keputusan dengan mengolah data menjadi sebuah data yang menunjukkan tren pergerakan data tersebut dari waktu ke waktu, baik tren naik, tren turun, maupun trend datar.Pada contoh kasus ini, akan menggunakan data mentah berupa data – data penggunaan mesin ATM dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Dengan data – data mentah ini, akan memcoba untuk membuat perkiraan tentang kerusakan ATM yang terjadi karena penggunaan sehari – hari.

1. Pengumpulan Data Semesta

2. Mengelompokkan Data – Data

3. Menentukan Interval Setiap Kelompok ( Klasifikasi Data)

4. Fuzifikasi Nilai Linguistik

5. Menentukan FLR dan FLRG (Fuzzy Rule/Inference)

6. Defuzifikasi

7. Pengujian Akurasi Forecasting

Semoga bermanfaat untuk semua

TERIMA KASIH